Sabtu, 05 Februari 2011

Anri Suzuki, Asia Carrera, Maria Ozawa (1)

Kita berusaha menghindari membuat pilihan-pilihan dengan tidak
melakukan apa pun, tapi itu pun sesungguhnya suatu pilihan.
Gary Collins


Kita mungkin sudah tak asing dengan nama Maria Ozawa, bintang film porno yang namanya sudah menjadi semacam legenda. Nah, bagaimana dengan Anri Suzuki? Kenal dengan nama ini?

Di Jepang, Anri Suzuki disejajarkan dengan Maria Ozawa, sebagai sesama bintang bokep papan atas. Seperti juga Maria Ozawa, Anri Suzuki memiliki wajah yang imut dan lucu. Usia mereka juga tak jauh beda.

So, ada apa dengan Mbak Anri Suzuki?

Pada saat ini, Anri Suzuki sedang kuliah S2 dengan mengambil studi ilmu Sejarah. Seperti halnya orang lain yang akan segera lulus dari kuliah S2-nya, Anri Suzuki juga sedang sibuk menggarap tesis masternya. Dia menulis sebuah tesis, dengan judul “The History of the Japanese Invasion into China”.

Untuk keperluan penulisan tesisnya itu, Anri Suzuki melakukan riset yang terbilang cukup berat. Di dalam tesisnya, dia menguraikan topik sejarah di abad 20 tentang kekejaman tentara Jepang di Cina. Seperti yang kita tahu, invasi Jepang atas Cina menjadi invasi paling terkenal dalam sejarah, karena menciptakan tragedi yang menewaskan 300.000 rakyat Cina dalam pembantaian di Nanking.

Ketika melakukan riset dan penelitian untuk menulis tesisnya tersebut, Anri Suzuki mendapatkan fakta bahwa Jepang berkuasa di Cina antara kurun waktu 1937-1945. Selama kurun waktu tersebut, Jepang tidak hanya menciptakan pembunuhan massal atas rakyat Cina, tetapi juga perkosaan massal. Dan, hal terakhir itulah yang kemudian mengusik nurani Anri Suzuki.

Sebagai warga Jepang, Anri Suzuki merasa telah ikut berdosa atas perbuatan yang telah dilakukan leluhurnya kepada rakyat Cina, meski itu telah terjadi berpuluh tahun yang lalu—jauh sebelum dirinya dilahirkan. Karena “perasaan ikut berdosa” itu pula, Anri Suzuki kemudian bertekad untuk menebus dosa-dosa leluhurnya.

Lalu bagaimana cara dia menebus dosa leluhurnya itu? Ketika Anri Suzuki mulai menyatakan tekadnya dalam jumpa pers, para wartawan pun menanyakan hal itu, “Miss Suzuki, apa yang akan Anda lakukan untuk menebus dosa leluhur Anda terhadap rakyat Cina?”

Dengan wajah serius bak intelek sejati, Anri Suzuki menjawab, “Karena saya adalah bintang film porno, dan keahlian saya yang paling menonjol adalah memuaskan laki-laki, maka saya akan memberikan hal itu kepada para mahasiswa Cina yang saat ini sedang kuliah di Jepang.”

Sampai di sini, pikiran saya jadi “sakaw”. Belum jelas apakah “niat mulia” Anri Suzuki itu terlaksana atau tidak, tapi yang jelas saya langsung membayangkan yang “tidak-tidak”. Jangan lupa, Jepang melegalkan pornografi. Karenanya, pemerintah Jepang tidak akan ambil peduli jika Anri Suzuki benar-benar melakukan rencananya yang “mulia” itu—selama tidak mengganggu “ketertiban umum”.

Terlepas dari semua itu, Anri Suzuki telah mematahkan mitos yang menyebutkan bahwa “pelacur” adalah wanita tak bermoral. Terlepas dari apa yang ingin dilakukannya demi tujuan “menebus dosa leluhurnya”, niat Anri Suzuki telah menunjukkan kepada kita, bahwa bintang porno pun tetap memiliki nurani, sebagaimana manusia lainnya.

Ehmm, dua dekade yang lalu, sebelum Maria Ozawa ataupun Anri Suzuki dikenal dalam dunia “perbokepan”, ada seorang wanita yang juga menjadi bintang bokep legendaris, bernama Asia Carrera. Pada era 80-an sampai 90-an, Asia Carrera adalah ikon paling bersinar dalam dunia bokep Asia. Wajahnya yang santun berpadu dengan tubuhnya yang binal—dan dengan modal itu dia menundukkan industri bokep dunia.

Lanjut ke sini.

 
;