Selasa, 01 Mei 2012

Pembodohan Massal Bernama Isu Pemanasan Global (7)

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, dan agar tidak terjadi kesalahpahaman atau kerancuan, sebaiknya jangan baca catatan ini sebelum membaca catatan sebelumnya.

***

Di tahun-tahun belakangan ini, Amerika Utara, Inggris Raya, dan Eropa Utara, mengalami musim dingin yang parah, yang secara telak menjadikan teori pemanasan global hanya terdengar seperti rayuan gombal. Jika memang anthropogenik CO2 yang menjadi biang keladinya, maka mereka—sampai hari ini—tetap tak bisa menjawab mengapa anthropogenik CO2 dapat menyebabkan musim dingin yang parah dan juga musim panas yang terlalu panas.

Salah satu jawaban atau argumen yang sering mereka (para pendukung isu pemanasan global) gunakan untuk menjawab pertanyaan di atas adalah dengan menyatakan bahwa hal itu terjadi karena berhentinya arus teluk (gulf stream) yang disebabkan oleh adanya pemanasan global.

Argumentasi itu ditertawakan oleh banyak pihak, hingga Carl Wunsch, Professor of Physical Oceanography pada MIT dan ahli kelautan dunia, menyatakan, “Satu-satunya cara untuk menghasilkan sirkulasi laut tanpa arus teluk adalah dengan cara mematikan sistem angin, atau menghentikan rotasi bumi, atau keduanya.”

Artinya, mustahil binti mustahil!

Terlalu banyak kebohongan, kerancuan, bahkan kekonyolan, yang disodorkan oleh para pendukung teori (baca: isu) pemanasan global, hingga saya mulai bosan dan muak menuliskannya. Karena itu, untuk mempersingkat pemaparan, berikut ini “bukti-bukti” yang disodorkan para pendukung isu pemanasan global, yang mereka anggap sebagai pembenar teori mereka, dan jawaban serta penjelasan sekaligus sanggahan atas “bukti-bukti” mereka:


Karbondioksida adalah polutan berbahaya

Pemanasan global terjadi karena meningkatnya jumlah karbondioksida, kata para pendukung isu pemanasan global. Karena itu, mereka pun menuntut pengurangan berbagai barang atau sarana yang dapat meningkatkan jumlah karbondioksida, sebab meningkatnya jumlah karbondioksida membawa banyak masalah pada bumi, di antaranya menyebabkan gagal panen, dan merusak pertumbuhan tanaman.

Apa sih sebenarnya karbondioksida itu?

Karbondioksida adalah gas non-toksik yang tidak berwarna, tidak berbau, juga tidak berasa, dan zat tersebut memiliki fungsi penting bagi semua kehidupan di bumi. Semua tumbuh-tumbuhan hijau membutuhkan karbondioksida untuk proses fotosintesis, yang akan menghasilkan makanan bagi tumbuhan dan oksigen bagi manusia serta hewan. Kita tahu, manusia bernapas dengan menghirup oksigen yang dilepaskan dari tumbuh-tumbuhan. Kemudian kita melepaskannya dalam bentuk karbondioksida yang diserap tumbuh-tumbuhan.

Lalu, benarkah meningkatnya karbondioksida berbahaya bagi bumi, bahkan merusak tanaman, menyebabkan gagal panen?

Faktanya, meningkatnya karbondioksida justru merangsang dan mempercepat pertumbuhan tanaman. Sudah banyak bukti ilmiah yang menunjukkan kenyataan itu. Pada tahun 1970, misalnya, konsentrasi karbondioksida di atmosfer sebanyak 325 ppmv (parts per million by volume). Pada saat ini, konsentrasinya meningkat menjadi 375 ppmv. Hasilnya, panen gandum di Australia terus meningkat dalam 30 tahun terakhir, yang merupakan bagian dari pengayaan karbondioksida.

Lanjut ke sini.

 
;