Rabu, 17 Juli 2013

Noffret’s Note: Cukup

Kita tidak akan belajar jika telah merasa cukup.
Cukup baik, cukup bagus, atau bahkan cukup sempurna.
—Twitter, 23 Mei 2012

Kita hanya bisa belajar jika merasa kurang.
Kurang baik, kurang bagus, atau bahkan kurang sempurna.
—Twitter, 23 Mei 2012

“Cukup” itu sama dengan “rata-rata”.
Dan “rata-rata” adalah terbaik di antara yang terburuk,
atau terburuk di antara yang terbaik.
—Twitter, 23 Mei 2012

Kebanyakan kita sudah merasa cukup ketika sampai
pada tahap “cukup”. Padahal “cukup” saja tak pernah cukup.
—Twitter, 23 Mei 2012

Kebanyakan kita lebih suka merasa “cukup” daripada
merasa “kurang”, karena perasaan “cukup” membuat kita nyaman.
—Twitter, 23 Mei 2012

Konsekuensinya, kita pun terganggu ketika ada
yang menyatakan kita kurang baik, kurang bagus,
atau bahkan kurang sempurna.
—Twitter, 23 Mei 2012

Ketika kita merasa “cukup”, kita berhenti di tengah jalan.
Ketika kita merasa “kurang”, kita terus maju sambil belajar.
—Twitter, 23 Mei 2012

Beruntunglah orang-orang yang merasa “kurang”,
karena kesadaran itu membakar semangat belajar,
untuk meneruskan perjalanan.
—Twitter, 23 Mei 2012

Dan kepada siapa pun yang telah merasa “cukup”,
jangan salahkan zaman jika mereka menyiapkan liang kuburan.
—Twitter, 23 Mei 2012


*) Ditranskrip dari timeline @noffret

 
;