Jumat, 03 Juli 2015

Cinta yang Membuatmu Tersenyum

Jika aku diberi kemampuan untuk tahu siapa yang kelak jadi pasanganku, hal pertama yang akan kulakukan adalah belajar tertawa bersamanya.
—Twitter, 15 Desember 2014

Kalau kau tidak punya pacar dan tidak sedang jatuh cinta, syukuri dan nikmatilah kesendirianmu. Itu waktu-waktu terbaik dalam hidupmu.
—Twitter, 15 Desember 2014

Barusan temanku berkata, “Orang yang kita sayang, ironisnya malah paling sering bertingkah menjengkelkan.” | Aku hanya mengangguk, dan diam.
—Twitter, 15 Desember 2014

Aku bersyukur untuk beberapa kehilangan yang terjadi. Bersama waktu dan kesadaran, aku memahami itu kehilangan terbaik yang pernah kualami.
—Twitter, 17 Desember 2014

Yang paling kesepian adalah yang ditikam kerinduan. Yang paling tersiksa adalah yang tak tahu cara mengatakannya.
—Twitter, 19 Desember 2014

Yang sendirian belum tentu kesepian, yang sedang berpelukan belum tentu tenang dan tenteram, yang keras tertawa belum tentu sedang bahagia.
—Twitter, 20 Desember 2014

Yang mengejekmu hari ini karena tidak punya pacar, tunggu sepuluh tahun yang akan datang. Mereka yang mengejekmu akan tampak sangat kasihan.
—Twitter, 20 Desember 2014

Yang sedang terbakar di neraka tak perlu repot-repot merayu orang-orang di surga. Bahagia, sebagaimana hidup, adalah soal pilihan.
—Twitter, 20 Desember 2014

“Kapan kawin?” Yang bertanya sedang pusing menghadapi hidup, pasangan yang menjengkelkan, dan anak-anak yang rewel. Bagaimana aku tertarik?
—Twitter, 20 Desember 2014

Masyarakat menyebutnya, “Raja Sehari”. Betapa jelas dan gamblang. Sayangnya, orang-orang tidak mau berhenti sejenak untuk berpikir.
—Twitter, 20 Desember 2014

Omong-omong, memangnya siapa yang mau jadi raja tapi cuma sehari? Oh, banyak. Terlalu banyak yang menginginkan. Dan itulah anehnya.
—Twitter, 20 Desember 2014

Berjuang bertahun-tahun, berkorban bertahun-tahun, banting tulang, pusing dan stres bertahun-tahun, hanya untuk jadi raja sehari. Kasihan...
—Twitter, 20 Desember 2014

Aku tidak mau menjadi raja sehari hanya untuk menjadi budak seumur hidup. Bukan karena keangkuhan, tapi karena pilihan.
—Twitter, 20 Desember 2014

Tentu saja bohong kalau aku bilang tak butuh pasangan. Tetapi kalau keberadaan pasangan hanya membuatmu terluka dan menderita, buat apa?
—Twitter, 20 Desember 2014

Aku selalu tertarik pada hubungan, dan seseorang, yang bisa membuatku tertawa. Dan aku hanya percaya kepada cinta yang membuatku tersenyum.
—Twitter, 20 Desember 2014


*) Ditranskrip dari timeline @noffret.

 
;