Jumat, 20 April 2018

Menikah Setelah Mapan

Jadi gini. Kalau ada lelaki yang mengatakan kepadamu agar segera menikah tanpa menunggu mapan... maka inilah saranku: Jangan menikah dengannya!

....

"Mapan" untuk menikah itu relatif. Tidak harus kaya-raya. Intinya adalah bisa menghidupi keluarga secara layak dan tidak berkekurangan, serta tidak merepotkan orang lain (orangtua, saudara, mertua, dan seterusnya).

....

Cara mudah untuk mengetahui kita sudah mapan atau belum adalah dengan melihat diri sendiri. Jika kita belum bisa menghidupi diri sendiri secara layak, artinya belum mapan. Sesederhana itu. Kalau menghidupi diri sendiri saja masih kepayahan, ngapain sok mau menghidupi anak orang?

....

"Tapi menikah itu kan diwajibkan agama."

Tolong tidak usah ngotot. Kalau mau ngemeng agama (Islam), hukum menikah ada lima. Wajib, sunah, makruh, mubah, dan haram. Hukum menikah tergantung pada pelakunya, bukan pada pernikahannya. Ngaji yang bener!

....

Yang selama ini tidak pernah dikatakan adalah hukum yang haram. Jika perkawinanmu berpotensi mendatangkan lebih banyak mudarat daripada manfaat, maka kau tergolong orang yang haram menikah. Jadi tidak usah sok hanya karena menikah!


*) Ditranskrip dari timeline @noffret, 21 Februari 2018.

 
;